Catatan Kursi

IMG_20171122_001104_014

Advertisements

Angin

Angin…

Alur pada likuk daun melati
Membuat memori masa kecilku kembali
Kala kecup dari ibu, peluk dari ayah
Menghangatkan dinginku yang marah

Seiring daun itu berdansa
Sang angin terus memberinya tawa
Candu canda geraknya terhenti
Sang angin meredup, sang angin pergi

Disela-sela sudut taman bunga itu
Pernah ada lembut yang melambai jauh
Bersamaan dengan pudarnya sang angin petang
Sadarku tersadar arah tuk kembali pulang

 

Malang, 12/11/17

Aku Tahu, Ayah

Ayah,
Aku tau ayah letih,
Aku tau ayah lelah

Ayah,
Kasar jarimu bukan berarti kau tak punya hati
Wajah layumu bukan berarti kau tak punya waktu
Kau cuma sedang sibuk untuk masa depanku

Ayah,
Aku sudah besar
Aku sudah mampu untuk membuatmu berbinar
Kau sudah membentuk aku
Kau bentuk tanpa paksa
Kau buat aku jadi manusia

Ayah,
Istirahatlah,
Sekarang waktuku untuk berjuang tanpa lelah

Vinka

Vinka,
Ijinkan ku bicara
Narasikan kegelisahan
Kembali pada waktu mentari
Awali harimu dengan hangat pagi

Perlahan
Energi kan melawan
Tenang dalam pikiran
Ragumu kan sirna dan berlalu
Aku pun butuh kamu

Tersenyumlah…
Percayalah…
Kamu pasti bisa
Jangan lelah…
Jangan pasrah…
Tuhan pasti sembuhkan
Berjuang dan bertahan

Vinka…
Inilah dunia
Elegi…
Normal tuk dinikmati
Sayangku…
Aku butuh kamu

(Diambil dari lirik laguku, dengan judul yang sama)