Aku Tahu, Ayah

Ayah,
Aku tau ayah letih,
Aku tau ayah lelah

Ayah,
Kasar jarimu bukan berarti kau tak punya hati
Wajah layumu bukan berarti kau tak punya waktu
Kau cuma sedang sibuk untuk masa depanku

Ayah,
Aku sudah besar
Aku sudah mampu untuk membuatmu berbinar
Kau sudah membentuk aku
Kau bentuk tanpa paksa
Kau buat aku jadi manusia

Ayah,
Istirahatlah,
Sekarang waktuku untuk berjuang tanpa lelah

Advertisements

Belum Genap 21

Pak…

Sekitar sebulan lagi aku ulang tahun. Sebuah tanggal yang mungkin keluarga kita lupa karena jarang  dan hampir tak pernah merayakannya.

Pak…

Aku juga sedari kecil tak tahu tanggal lahirmu, tanggal yang seharusnya bisa ku rayakan entah pada 25, 50 ataupun ketika selayaknya itu. Tapi sekarang aku tahu setelah melihat KTP pada dompet kulitmu yang umurnya lebih tua dari aku.

Pak…

Aku lupa mau bilang kalau aku cinta Bapak, kalo aku sayang Bapak dan selalu berdoa sejak SMP mengucap mantra “Bapak sehat terus, hidup terus sampai 100 tahun lebih”. Dan mantra itu pula  yang aku ucapkan diakhir ketidakjelasan sembari tersedu disudut kamar kosan.

Pak…

Jumpa fisik terakhir kita sebelum aku semester 5. Disitu Bapak sendiri, duduk di kursi, terlihat jelas menahan sakit. Setelah aku ke kota orang mencari ilmu, tumben tak ada kabar darimu. Tak ada telfon yang dulu kau coba selipkan diujung malam atas kesadaranmu akan sibukku yang berketerusan. Dan telfon terakhir tentangmu adalah sebuah rasa kegundahan paling tertahan karena suara- suara itu bukan dari mulutmu. Melainkan suara banyak orang yang bergantian menanyakan kabarku dan menanyakan bisakah ku pulang malam itu.

Pak…

Aku tau aku bukan anak yang baik. Gagal sebagai seorang putra. Katamu dulu aku lah tombak keluarga, makanya kau banting tulang membuatku bisa sekolah disini, di sebuah Perguruan Tinggi Negeri. Itu tidak sia-sia. Ku harap aku bisa menyelesaikan sisanya, meski aku tahu fisikmu tak akan ada disana, saat berdiri disampingku kala aku sah sarjana.

Pak…

Waktu aku melihat rumah baru mu, aku hanya bisa berterimakasih telah menjadi yang terbaik dalam hidup meski saat itu umurku belum genap 21.

Pak…

Di atas sana, titipkan maaf dan salam ku pada Ibu juga, ya?