Pancasila

Yang tersisa, Cair merah muda Bercampurkan darah dan air mata Negeri ini, Sedang dicobai Bernanahkan perih, bertahtakan sedih Pancasila ku, Pancasila mu, Pancasila kita, Oh... Bhineka Tunggal Ika Turunkan mukjizat, Persembahkan rahmat Selamat ulang tahun Pancasila ku yang keramat (Hari Lahirnya Pancasila tahun 2017)

Advertisements

Vinka

Vinka, Ijinkan ku bicara Narasikan kegelisahan Kembali pada waktu mentari Awali harimu dengan hangat pagi Perlahan Energi kan melawan Tenang dalam pikiran Ragumu kan sirna dan berlalu Aku pun butuh kamu Tersenyumlah... Percayalah... Kamu pasti bisa Jangan lelah... Jangan pasrah... Tuhan pasti sembuhkan Berjuang dan bertahan Vinka... Inilah dunia Elegi... Normal tuk dinikmati Sayangku... Aku … Continue reading Vinka

Perut Kusut

Ini... Tak sesehat dulu lagi... Rasa lilit kala pagi Rasa sebah malam nanti Perut... Sudikah kau untuk sembuh? Sudikah kau berhenti mengeluh? Biar ku mampu bermosing selalu Ini sangat tak nyaman Seperti rasa kulit yang tertikam Tusuk... tusuk... tusuk... Salahku apa? Apa terlalu banyak kutelan dosa? Jawab... jawab... jawab... Sensasi ini sedari kaki ke rambut … Continue reading Perut Kusut

Teruntuk Wanita Penulis Sajak

Hai nona penulis sajak... Aku pengagummu. Aku penikmat sari senimu. Tetaplah menulis dan berekspresi karena mungkin itulah jalanmu nanti. Jalan yang selalu kau tanyakan pada Bumi. Jangan ragu pada karyamu, karena aku, salah satu saksi keindahan itu. Biarkan aku menengokmu dari luar pagar. Dari batas yang selalu kau garis tiap kali aku mencoba menyapa manis. … Continue reading Teruntuk Wanita Penulis Sajak

Berdialog Dengan Tembok

Di sudut kamar kosan ini Gitarku bersandar pada cat yang pudar Laba-laba diatasnya melambai mesra Ya... mereka menyapaku dalam tawa Bidang datar tembok tanpa gambar Kadang ku jadikan teman Kala paras paras manusia penuh drama Satupun tak mampu kokohkan hatinya Tak seperti beton tembok ini Yang dibalut kenangan... Yang diratap khayalan... Yang disekap dinginnya malam... … Continue reading Berdialog Dengan Tembok

Laju Kaki Kaku

Awal mengajarkan tentang kesiapan Akhir mengajarkan tentang hasil juang Tapi aku tengah tersesat Di sepertiga jalan yang tersumbat penat Lalu terduduk aku ditepi sini Tengok kanan... tengok kiri... Sudahkah benar peta yang kubawa? Atau sudikah aku beranjak tuk bertanya? Lalu lalang lancang pejalan kaki Aku sendiri... bingung berpikir... Datang seorang tua tersenyum menyapa "Mau kemana … Continue reading Laju Kaki Kaku