Teruntuk Wanita Penulis Sajak

Hai nona penulis sajak…

Aku pengagummu. Aku penikmat sari senimu. Tetaplah menulis dan berekspresi karena mungkin itulah jalanmu nanti. Jalan yang selalu kau tanyakan pada Bumi. Jangan ragu pada karyamu, karena aku, salah satu saksi keindahan itu. Biarkan aku menengokmu dari luar pagar. Dari batas yang selalu kau garis tiap kali aku mencoba menyapa manis.

Dengar ini nona si penulis sajak. Ijinkan aku setidaknya tetap bernafas bersama lega. Rasa yang sama saat kau curahkan emosi dalam setiap penggalan kata. Percaya aku, percayalah. Yang kau tuang itu sangat indah. Hal yang lama tak ku jumpa pada buku-buku berlabel karya sastra. Sebenarnya ingin aku mengusap tangismu. Langung, tanpa tisue. Ingin pula aku menculikmu, membawamu pergi dari kelammu. Namun aku tak yakin, takut aku jadi kelammu yang lain.

Nona, kita sama-sama tahu, seni bukan untuk dikomersialisasi. Tapi, tak ada salahnya kau biarkan dunia merasakannya, menikmati setiap tuturmu yang apa adanya. Cukup kau saja yang tau, kelak yang kau tulis akan jadi alasan kau mampu tersenyum manis. Ijinkan egomu pudar, lalu peluk dunia dengan tegar.

Nona, lahirmu bulan ke-7 kan ya?

Semua jerih dan lelah akan menjadikanmu sejarah